Minggu, 13 Februari 2011

Surat untuk Orang Tua

Papa, mama, om, tante, nenek, dan kakek..
Mungkin kalian memang telah pernah merasakan menjadi seorang anak muda seusia saya dan teman-teman.
Kalian telah banyak makan asam dan garam kehidupan.
Sedangkan saya dan teman-teman masih terlalu kecil untuk mengetahui itu semua.
Kalian sudah pernah menempuh yang namanya pendidikan dan kemudian menjadi sukses seperti sekarang.
Sedangkan saya dan teman-teman barulah menempuh yang namanya pendidikan dan masih jauh dari yang namanya kesuksesan.

Saya dan teman-teman bangga ada orang-orang seperti kalian di bangsa ini.
Dengan demikian, kalian telah turut memajukan bangsa dan negara yang dicintai.
Saya dan teman-teman pun turut bangga karena kalian telah rela mendidik saya dan teman-teman untuk menuju pada jalan kesuksesan. Ketika ditanya oleh banyak orang, siapa yang menjadi panutan kalian, saya pasti akan menjawab orang yang menjadi panutan saya adalah orang tua saya sendiri. Hal ini pun pasti terjadi dengan teman-teman saya.

Saya dan teman-teman pun merasa berterima kasih atas segala perhatian dan didikan kalian. Larangan dan peringatan yang kalian berikan, kami anggap sebagai rasa sayang dan perhatian kalian. Namun apakah kalian sadari bahwa pada usia seperti kami, darah muda masih sangat bergejolak. Mungkin maksud kalian melarang kami melakukan ini dan itu adalah hal yang baik. Tetapi pernahkah kalian sadari bahwa kami pun ingin mencoba dan mengetahui resikonya. Meskipun kami tahu bahwa itu adalah suatu kesalahan tetapi kami pun menyadari bahwa kami memiliki banyak waktu untuk kembali.

Darah muda yang ada dalam diri kami, masih terus bergejolak untuk mencoba dan mengetahui sesuatu yang baru. Kami ingin melakukan ini. Kami juga ingin melakukan itu. Berbagai macam hal ingin kami coba dan lakukan meskipun kami tahu itu tidak baik untuk kami. Akan tetapi, hal itu bukan dimaksudkan semata-mata untuk memenuhi hasrat masa muda kami. Itu tidak benar. Kami hanya mau pengetahuan kami bertambah dengan pengalaman yang kami lalui, bukan hanya dengan peringatan, teguran, larangan, dan bentakan dari kalian. Kami pun percaya bahwa ketika kami melakukan kesalahan, kalian selalu memiliki jalan untuk kami kembali kepada yang benar. Itulah mengapa kami bangga dengan kalian.

Kami harap papa, mama, om, tante, nenek, dan kakek mau mengerti apa yang kami rasakan. Saya dan teman-teman pun percaya kalau pada waktu kalian seusia ini, kalian juga pasti pernah merasakannya.

Terima Kasih
Salam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar