Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik. Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia. Pasti ada tujuan. Pasti ada maksud. Mungkin anda pernah mengalami pengalaman buruk yang tak menyenangkan, maka keburukan itu hanya karena anda melihat dari salah satu sudut mata yg berkaitan uang saja.
Bila anda berani menengok ke sisi yang lain, anda akan menemukan pemandangan yang jauh berbeda. Anda tidak harus menjadi orang tersenyum terus atau menampakkan wajah yang ceria.
Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis dan muka.
Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir menuju ke laut. Meskipun melalui anak sungai, belokan, kawasan kali keruh, danau dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan. Bahkan, ketika menunggu di muara, setiap tetes air tahu, suatu saat panas dan angin akan membawa mereka ke pucuk-pucuk gunung. Menjadi awan dan menurunkan hujan. Sebagian menyuburkan rumput, sebagian tertampung dalam sumur-sumur atau telaga. Sebagian kembali ke laut. Adakah sesuatu yang sia-sia dari setiap tetes air yang anda temui?
Masalah Adalah Hadiah.
Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya atau menjauhinya. Bila anda menganggap masalah sebagai halangan, anda mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, anda melihat kejayaan di balik setiap masalah.
Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapi dan ubahlah menjadi kekuatan untuk kesuksesan anda. Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur kesuksesan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.
Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, dekapan hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tempat yang tinggi.
Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku. Beberapa ketika kemudian, bukan kematian yang mereka terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang. Bila anda tidak berani mengatasi masalah, anda tidak akan menjadi seseorang yang sejati.
*dari seorang teman dan sahabat yang selalu mengingatkan*
Rabu, 23 Juni 2010
Ketika Cinta Berbicara
ketika cinta telah berbicara..
mampukah aku untuk menolaknya??
mampukah aku untuk berpaling darinya???
ketika cinta telah berbicara..
mampukah aku untuk tidak mendengarkan dia??
memalingkan wajahku,
dan berkata "AKU TIDAK MENDENGARMU"..
ketika cinta yang berbica..
mampukah aku untuk meninggalkan dia??
membuangnya dan tidak mempedulikannya???
cinta itu datang dengan sendirinya..
aku tidak dapat mengusirnya semauku..
aku tidak dapat meninggalkannya..
aku juga tidak dapat membuangnya..
mampukah aku untuk menolaknya??
mampukah aku untuk berpaling darinya???
ketika cinta telah berbicara..
mampukah aku untuk tidak mendengarkan dia??
memalingkan wajahku,
dan berkata "AKU TIDAK MENDENGARMU"..
ketika cinta yang berbica..
mampukah aku untuk meninggalkan dia??
membuangnya dan tidak mempedulikannya???
cinta itu datang dengan sendirinya..
aku tidak dapat mengusirnya semauku..
aku tidak dapat meninggalkannya..
aku juga tidak dapat membuangnya..
Sabtu, 12 Juni 2010
Infotainment
1. Latar Belakang Masalah
Televisi merupakan media yang memiliki banyak peminat. Mulai dari orang dewasa hingga anak-anak lebih memilih media televisi sebagai salah satu media hiburan. Seiring dengan perkembangannya, televisi memiliki beraneka acara dari berbagai stasiun yang berbeda.
Salah satu acara yang paling banyak menarik minat penonton adalah infotainment. Mulai dari kalangan dewasa hingga anak-anak, tidak ada yang tidak pernah menonton tayangan ini.
Infotainment adalah salah satu jenis penggelembungan bahasa yang kemudian popular untuk istilah berita ringan. Biasanya infotainment berisi tentang berita-berita selebritis baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.
Infotainment sendiri mulai ada sejak tahun 1994. Hingga tahun 2006, tayangan infotainment telah mengisi 63 persen dari tayangan televisi di Indonesia. Hingga saat ini, tidak kurang dari 26 acara infotainment mengisi layar televisi Indonesia. Dalam sehari, terdapat 15 sampai 23 tayangan infotainment dari 9 stasiun televisi di Indonesia.
Pada dasarnya, tayangan infotainment tidak hanya berisi tentang gosip-gosip mengenai aib selebritis. Infotainment juga memberitakan tentang hal-hal baik dari para public figure, misalkan ketika terdapat peluncuran album baru.
Meskipun demikian, tidak sedikit juga pandangan buruk masyarakat terhadap acara ini. Bahkan tidak jarang juga masyarakat yang menghujat infotainment. Tetapi, tidak jarang juga masyarakat yang menyukai acara itu.
Banyak yang beranggapan bahwa acara infotainment adalah acara yang tidak bermutu, tidak mendidik, dan tayangan murahan. Bahkan Ariel Heryanto di harian KOMPAS pada kolom Asal Usul (20/9/06), menganggap para penggemar infotainment tidak tertarik pada acara yang lebih “cerdas” atau “berbudaya”. Ia “mensejajarkan” para penggemar tayangan ini dengan penabur ranjau paku di jalan-jalan umum di ibu kota.
Oleh karena tanggaan-tanggapan tersebut, penulis tertarik untuk meneliti tentang minat pelajara, sebagai orang-orang berpendidikan, terhadap tayangan infotainment.
2. Rumusan Masalah
Untuk mempermudah melakukan penelitian, penulis merumuskan masalah seeperti di bawah ini.
a. Seberapa besar minat pelajar terhadap tayangan infotainment?
b. Bagaimana tanggapan pelajar terhadap tayangan infotainment?
3. Tujuan Penelitian
Tujuan penulis melakukan penelitian ini adalah :
a. Mengetahui seberapa besar minat pelajar terhadap tayangan infotainment.
b. Mengetahui tanggapan pelajar, sebagai orang cerdas dan berpendidikan, terhadap tayangan infotainment.
4. Pembatasan Masalah
Agar pembahasan tidak melebar kemana-mana, penulis membatasi masalah yang diangkat sebagai berikut.
a. Pelajar SMA hingga kuliah
b. Tayangan infotainment pada media televisi. Tayangan infotainment pada media-media lain seperti majalah dan sebagainya, tidak penulis bahas pada makalah ini.
5. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan sumbangan pemikiran untuk tayangan-tayangan infotainment yang ada di Indonesia terhadap isi dan pemberitaan mereka.
6. Hipotesis
Untuk melengkapi makalah ini, penulis memberikan beberapa dugaan terhadap masalah yang akan diangkat. Dugaan itu sebagai berikut
a. Pelajar akan menyaksikan tayangan infotainment ketika masalah yang diangkat merupakan masalah yang menggemparkan.
b. Untuk masalah-masalah yang sudah sering diangkat, tanggapan para pelajar akan menjadi negatif. Berbeda jika masalah tersebut menggemparkan, para pelajar akan berlomba-lomba meng-update berita tersebut dengan menonton infotainment sebanyak-banyaknya.
7. Kerangka Teori
Dalam bukunya The Political Economy of Communication, Rethinking and Renewal, Vincent Mosco mengatakan bahwa pasar konsumen media audio-visual saat ini merupakan pasar global yang dikendalikan oleh kepentingan pasar yang berorientasi profit (Moscow,1998 : 111). Kepentingan pasar itulah yang seringkali mengabaikan isi dari pemberitaan dari infotainment.
Secara teoritis, pelajar merupakan salah satu target pasar dari acara infotainment. Hal ini disebabkan karena minat menonton televisi bagi pelajar lebih tinggi daripada minat membacanya. Meskipun demikian, minat pelajar terhadap infotainment tergantung dari pola pikir yang tertanam pada diri pelajar tersebut.
Daya tarik dari pemberitaan infotainment sendiri, berhubungan dengan masalah-masalah serta artis-artis yang mengalami masalah tersebut. Terkadang, pelajar tertarik dengan acara infotainment karena melihat bahwa artis yang terkenana masalah merupakan artis idolanya. Tidak hanya itu, masalah yang besar juga terkadang menarik minat pelajar untuk menyaksikan acara infotainment.
Tidak jarang pula infotainment ditonton oleh pelajar sebagai salah satu hiburan untuk menghilangkan stress belajar.
8. Landasan Teori
Diliat dari sejarahnya, infotainment telah ada sejak tahun 1929. Akan tetapi pada tahun itu, pemberitaan mengenai artis dan film melalui media cetak. Majalah yang membahas masalah tersebut pertama kali terbit di Jakarta dan diberi nama Doenia Film.
Seiring dengan perkembangan media televisi, infotainment kini tidak hanya berada di media cetak. Infotainment pun merambah ke layar kaca pemirsa. Berbeda dengan media cetak, infotainment pada layar kaca baru usia lebih dari 10 tahun.
Meskipun baru berumur singkat, infotainment di layar kaca telah menuai banyak kontrofersi. Satu sisi, infotainment dianggap sebagai tayangan yang berisik. Namun masih banyak juga pemirsa yang menonton tayangan tersebut. Tidak jarang juga infotainment dipojokkan, dianggap haram oleh sebagian pihak. Namun tayangan ini juga masih menjamur bahkan belakangan ini, tayangan infotainment semakin berkembang pesat walaupun tetap ada seleksi dari waktu. Meskipun banyak tayangan infotainment yang gugur karena seleksi dari waktu, banyak juga infotainment yang baru bermunculan di layar kaca.
Program acara infotainment di layar kaca baru mulai dipopulerkan oleh Ilham Bintang melalui Bulletin Sinetron di TVRI pada 1994. Setelah itu, lahirlah Cek and Ricek, Hallo Selebrity, dan Croscek di sejumlah televisi swasta. Hinggka kini tayangan infotainment merupakan salah satu tayangan yang menjamur di hampir semua televisi.
Dalam bukunya yang berjudul Infotainment (2005), Nugroho mengatakan bahwa infotainment adalah informasi yang ringan dan actual seputar dunia selebritisdan orang-orang terkenal yang di kemas dalam bentuk hiburan, contoh tentang profil selebritis. Lebih lanjutnya, Nugroho (2005) mengatakan dalam bukunya bahwa “terlepas dari akar kelahriannya di Barat, di mana infotainment sebenarnya berarti ‘informasi yang disajikan sebagai hiburan’. Di Indonesia, istilah tersebut sudah berubah arti menjadi informasi dunia hiburan, yang kemudian lebih spesifik lagi menjadi informasi mengenai kehidupan pribadi para artis di dunia hiburan.” (p-5)
Infotainment baru muncul setelah adanya kebebasan pers. Memasuki era reformasi, di mana pers tidak membutuhkan lagi surat ijin, banyak pengusaha yang mulai merekrut wartawan-wartawan dunia hiburan. Para pengusaha menggunakan wartawan hiburan, untuk mencari berita-berita tentang selebitris tanah air agar dapat memperoleh keuntungan yang besar. Para pengusaha tersebut menggunakan rumusan bahwa rakyat membutuhkan hiburan. Oleh karena itu, mereka mulai berlomba-lomba untuk memproduksi tayangan-tayangan hiburan.
Untuk mencegah tayangan infotainment terus berkembang dan menjamur serta merugikan masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sempat mengeluarkan fatwa haram terhadap tayangan ini. Tidak hanya MUI, dewan pers dan KPI pun mulai ambil bagian dalam pengaturan program acara ini. Bahkan dalam Kode Etik Jurnalistik sendiri telah mengatur bagaimana-bagaimana cara wartawan dalam mencari berita.
9. Sumber Data
Sumber data yang penulis gunakan adalah :
a. Nugroho, Bimo, Teguh Imawan dkk . 2005 . Infotainment . Jakarta : Komisi Penyiaran Indonesia
b. Mosco, Vincent . 1998 . The Political Economy of Communication, Rethinking and Renewal . Singapura : SAGE Publications Ltd.
10. Motode Penelitian
Metode penelitian yang penulis gunakan adalah :
a. Metode Pustaka
Penulis menggunakan beberapa buku panduan untuk menulis makalah ini. buku-buku tersebut penulis gunakan sebagai referensi dalam melakukan penelitian dan menjadikannya sebahai landasan teori. Penulis menggunakan metode ini dengan cara mengumpulkan buku-buku yang sesuai dengan tema yang penulis ambil.
b. Metode Survey
Penulis juga menggunakan metode survey. Survey akan dilakukan terhadap para pelajar. Metode ini berguna untuk menjawab pertanyaan penulis yang berhubungan dengan tema yang telah penulis ambil. Hasil dari survey yang penulis lakukan, merupakan jawaban atas pertanyaan yang telah penulis buat.
11. Sistematika Penyajian
Penulis memberikan hasil penyajian dalam bentuk makalah karya tulis yang sistematikanya sebagai berikut :
a. Bab I adalah Pendahuluan.
Pada bab I ini, penulis akan membahas tentang latar belakang masalah, tujuan penelitian, rumusan masalah, pembatasan masalah, hipotesis, manfaat penelitian, dan sistematika penyajian.
b. Bab II adalah Landasan Teori.
Pada bab II ini, penulis akan membahas tentang teori-teori yang akan penulis gunakan dalam melakukan penelitian. Penulis juga akan menyajikan berbagai macam teori yang mendukung penelitian penulis.
c. Bab III adalah Metodologi Penelitian
Pada bab III ini, penulis akan memaparkan tentang populasi dan sample penelitian, tempat dan waktu penelitian, metode dan alat pengumpulan data, serta metode-metode yang akan penulis gunakan untuk menganalisi data tersebut.
d. Bab IV adalah Pembahasan dan Analisis Data.
Pada bab IV ini, penulis akan melakukan pembahasan dan analisis terhadap data yang telah penulis dapatkan. Data yang penulis dapatkan merupakan data yang berasal dari survey yang penulis lakukan. Hasil dari analisis tersebut merupakan hasil atau jawaban dari pertanyaan-pertanyaan pada makalah ini.
e. Bab V adalah Penutup.
Pada bab V ini, penulis akan memberikan kesimpulan atas penelitian yang penulis lakukan. Penulis juga akan memberikan saran terhadap masalah yang penulis bahas pada makalah ini. Kesimpulan dan saran tersebut kiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca makalah ini.
Televisi merupakan media yang memiliki banyak peminat. Mulai dari orang dewasa hingga anak-anak lebih memilih media televisi sebagai salah satu media hiburan. Seiring dengan perkembangannya, televisi memiliki beraneka acara dari berbagai stasiun yang berbeda.
Salah satu acara yang paling banyak menarik minat penonton adalah infotainment. Mulai dari kalangan dewasa hingga anak-anak, tidak ada yang tidak pernah menonton tayangan ini.
Infotainment adalah salah satu jenis penggelembungan bahasa yang kemudian popular untuk istilah berita ringan. Biasanya infotainment berisi tentang berita-berita selebritis baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.
Infotainment sendiri mulai ada sejak tahun 1994. Hingga tahun 2006, tayangan infotainment telah mengisi 63 persen dari tayangan televisi di Indonesia. Hingga saat ini, tidak kurang dari 26 acara infotainment mengisi layar televisi Indonesia. Dalam sehari, terdapat 15 sampai 23 tayangan infotainment dari 9 stasiun televisi di Indonesia.
Pada dasarnya, tayangan infotainment tidak hanya berisi tentang gosip-gosip mengenai aib selebritis. Infotainment juga memberitakan tentang hal-hal baik dari para public figure, misalkan ketika terdapat peluncuran album baru.
Meskipun demikian, tidak sedikit juga pandangan buruk masyarakat terhadap acara ini. Bahkan tidak jarang juga masyarakat yang menghujat infotainment. Tetapi, tidak jarang juga masyarakat yang menyukai acara itu.
Banyak yang beranggapan bahwa acara infotainment adalah acara yang tidak bermutu, tidak mendidik, dan tayangan murahan. Bahkan Ariel Heryanto di harian KOMPAS pada kolom Asal Usul (20/9/06), menganggap para penggemar infotainment tidak tertarik pada acara yang lebih “cerdas” atau “berbudaya”. Ia “mensejajarkan” para penggemar tayangan ini dengan penabur ranjau paku di jalan-jalan umum di ibu kota.
Oleh karena tanggaan-tanggapan tersebut, penulis tertarik untuk meneliti tentang minat pelajara, sebagai orang-orang berpendidikan, terhadap tayangan infotainment.
2. Rumusan Masalah
Untuk mempermudah melakukan penelitian, penulis merumuskan masalah seeperti di bawah ini.
a. Seberapa besar minat pelajar terhadap tayangan infotainment?
b. Bagaimana tanggapan pelajar terhadap tayangan infotainment?
3. Tujuan Penelitian
Tujuan penulis melakukan penelitian ini adalah :
a. Mengetahui seberapa besar minat pelajar terhadap tayangan infotainment.
b. Mengetahui tanggapan pelajar, sebagai orang cerdas dan berpendidikan, terhadap tayangan infotainment.
4. Pembatasan Masalah
Agar pembahasan tidak melebar kemana-mana, penulis membatasi masalah yang diangkat sebagai berikut.
a. Pelajar SMA hingga kuliah
b. Tayangan infotainment pada media televisi. Tayangan infotainment pada media-media lain seperti majalah dan sebagainya, tidak penulis bahas pada makalah ini.
5. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan sumbangan pemikiran untuk tayangan-tayangan infotainment yang ada di Indonesia terhadap isi dan pemberitaan mereka.
6. Hipotesis
Untuk melengkapi makalah ini, penulis memberikan beberapa dugaan terhadap masalah yang akan diangkat. Dugaan itu sebagai berikut
a. Pelajar akan menyaksikan tayangan infotainment ketika masalah yang diangkat merupakan masalah yang menggemparkan.
b. Untuk masalah-masalah yang sudah sering diangkat, tanggapan para pelajar akan menjadi negatif. Berbeda jika masalah tersebut menggemparkan, para pelajar akan berlomba-lomba meng-update berita tersebut dengan menonton infotainment sebanyak-banyaknya.
7. Kerangka Teori
Dalam bukunya The Political Economy of Communication, Rethinking and Renewal, Vincent Mosco mengatakan bahwa pasar konsumen media audio-visual saat ini merupakan pasar global yang dikendalikan oleh kepentingan pasar yang berorientasi profit (Moscow,1998 : 111). Kepentingan pasar itulah yang seringkali mengabaikan isi dari pemberitaan dari infotainment.
Secara teoritis, pelajar merupakan salah satu target pasar dari acara infotainment. Hal ini disebabkan karena minat menonton televisi bagi pelajar lebih tinggi daripada minat membacanya. Meskipun demikian, minat pelajar terhadap infotainment tergantung dari pola pikir yang tertanam pada diri pelajar tersebut.
Daya tarik dari pemberitaan infotainment sendiri, berhubungan dengan masalah-masalah serta artis-artis yang mengalami masalah tersebut. Terkadang, pelajar tertarik dengan acara infotainment karena melihat bahwa artis yang terkenana masalah merupakan artis idolanya. Tidak hanya itu, masalah yang besar juga terkadang menarik minat pelajar untuk menyaksikan acara infotainment.
Tidak jarang pula infotainment ditonton oleh pelajar sebagai salah satu hiburan untuk menghilangkan stress belajar.
8. Landasan Teori
Diliat dari sejarahnya, infotainment telah ada sejak tahun 1929. Akan tetapi pada tahun itu, pemberitaan mengenai artis dan film melalui media cetak. Majalah yang membahas masalah tersebut pertama kali terbit di Jakarta dan diberi nama Doenia Film.
Seiring dengan perkembangan media televisi, infotainment kini tidak hanya berada di media cetak. Infotainment pun merambah ke layar kaca pemirsa. Berbeda dengan media cetak, infotainment pada layar kaca baru usia lebih dari 10 tahun.
Meskipun baru berumur singkat, infotainment di layar kaca telah menuai banyak kontrofersi. Satu sisi, infotainment dianggap sebagai tayangan yang berisik. Namun masih banyak juga pemirsa yang menonton tayangan tersebut. Tidak jarang juga infotainment dipojokkan, dianggap haram oleh sebagian pihak. Namun tayangan ini juga masih menjamur bahkan belakangan ini, tayangan infotainment semakin berkembang pesat walaupun tetap ada seleksi dari waktu. Meskipun banyak tayangan infotainment yang gugur karena seleksi dari waktu, banyak juga infotainment yang baru bermunculan di layar kaca.
Program acara infotainment di layar kaca baru mulai dipopulerkan oleh Ilham Bintang melalui Bulletin Sinetron di TVRI pada 1994. Setelah itu, lahirlah Cek and Ricek, Hallo Selebrity, dan Croscek di sejumlah televisi swasta. Hinggka kini tayangan infotainment merupakan salah satu tayangan yang menjamur di hampir semua televisi.
Dalam bukunya yang berjudul Infotainment (2005), Nugroho mengatakan bahwa infotainment adalah informasi yang ringan dan actual seputar dunia selebritisdan orang-orang terkenal yang di kemas dalam bentuk hiburan, contoh tentang profil selebritis. Lebih lanjutnya, Nugroho (2005) mengatakan dalam bukunya bahwa “terlepas dari akar kelahriannya di Barat, di mana infotainment sebenarnya berarti ‘informasi yang disajikan sebagai hiburan’. Di Indonesia, istilah tersebut sudah berubah arti menjadi informasi dunia hiburan, yang kemudian lebih spesifik lagi menjadi informasi mengenai kehidupan pribadi para artis di dunia hiburan.” (p-5)
Infotainment baru muncul setelah adanya kebebasan pers. Memasuki era reformasi, di mana pers tidak membutuhkan lagi surat ijin, banyak pengusaha yang mulai merekrut wartawan-wartawan dunia hiburan. Para pengusaha menggunakan wartawan hiburan, untuk mencari berita-berita tentang selebitris tanah air agar dapat memperoleh keuntungan yang besar. Para pengusaha tersebut menggunakan rumusan bahwa rakyat membutuhkan hiburan. Oleh karena itu, mereka mulai berlomba-lomba untuk memproduksi tayangan-tayangan hiburan.
Untuk mencegah tayangan infotainment terus berkembang dan menjamur serta merugikan masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sempat mengeluarkan fatwa haram terhadap tayangan ini. Tidak hanya MUI, dewan pers dan KPI pun mulai ambil bagian dalam pengaturan program acara ini. Bahkan dalam Kode Etik Jurnalistik sendiri telah mengatur bagaimana-bagaimana cara wartawan dalam mencari berita.
9. Sumber Data
Sumber data yang penulis gunakan adalah :
a. Nugroho, Bimo, Teguh Imawan dkk . 2005 . Infotainment . Jakarta : Komisi Penyiaran Indonesia
b. Mosco, Vincent . 1998 . The Political Economy of Communication, Rethinking and Renewal . Singapura : SAGE Publications Ltd.
10. Motode Penelitian
Metode penelitian yang penulis gunakan adalah :
a. Metode Pustaka
Penulis menggunakan beberapa buku panduan untuk menulis makalah ini. buku-buku tersebut penulis gunakan sebagai referensi dalam melakukan penelitian dan menjadikannya sebahai landasan teori. Penulis menggunakan metode ini dengan cara mengumpulkan buku-buku yang sesuai dengan tema yang penulis ambil.
b. Metode Survey
Penulis juga menggunakan metode survey. Survey akan dilakukan terhadap para pelajar. Metode ini berguna untuk menjawab pertanyaan penulis yang berhubungan dengan tema yang telah penulis ambil. Hasil dari survey yang penulis lakukan, merupakan jawaban atas pertanyaan yang telah penulis buat.
11. Sistematika Penyajian
Penulis memberikan hasil penyajian dalam bentuk makalah karya tulis yang sistematikanya sebagai berikut :
a. Bab I adalah Pendahuluan.
Pada bab I ini, penulis akan membahas tentang latar belakang masalah, tujuan penelitian, rumusan masalah, pembatasan masalah, hipotesis, manfaat penelitian, dan sistematika penyajian.
b. Bab II adalah Landasan Teori.
Pada bab II ini, penulis akan membahas tentang teori-teori yang akan penulis gunakan dalam melakukan penelitian. Penulis juga akan menyajikan berbagai macam teori yang mendukung penelitian penulis.
c. Bab III adalah Metodologi Penelitian
Pada bab III ini, penulis akan memaparkan tentang populasi dan sample penelitian, tempat dan waktu penelitian, metode dan alat pengumpulan data, serta metode-metode yang akan penulis gunakan untuk menganalisi data tersebut.
d. Bab IV adalah Pembahasan dan Analisis Data.
Pada bab IV ini, penulis akan melakukan pembahasan dan analisis terhadap data yang telah penulis dapatkan. Data yang penulis dapatkan merupakan data yang berasal dari survey yang penulis lakukan. Hasil dari analisis tersebut merupakan hasil atau jawaban dari pertanyaan-pertanyaan pada makalah ini.
e. Bab V adalah Penutup.
Pada bab V ini, penulis akan memberikan kesimpulan atas penelitian yang penulis lakukan. Penulis juga akan memberikan saran terhadap masalah yang penulis bahas pada makalah ini. Kesimpulan dan saran tersebut kiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca makalah ini.
Rabu, 26 Mei 2010
Konvergensi Media
Belakangan ini, teknologi komunikasi dan informasi berkembang dengan pesat. Perkembangan teknologi tersebut, membawa pengaruh yang sangat besar terhadap perubahan di seluruh aspek kehidupan, mulai dari perubahan teknologi yang sederhana, hingga arus informasi yang menjadi tidak terbendung. Perubahan teknologi yang menghadirkan beragam media yang menggabungkan teknologi komunikasi baru dan teknologi komunikasi tradisional membawa media pada babak baru yang sering disebut sebagai konfergensi media.
Menurut Prof. Henry Jenskins (Convergence Culture Consortium, Messachussetts Institute of Technologi) konvergensi adalah aliran konten ke berbagai platform, kerja sama antara berbagai industry media, dan perilaku audience dalam menggunakan berbagai media untuk mengkonsumsi konten. Konten itu sendiri berisi informasi, gambar, audio, video, dan lain sebagainya. Konfergensi juga merupakan pergeseran budaya ketika konsumen mengkonsumsi informasi yang sama melalui media yang berbeda.
Konfergensi media dimulai ketika internet mulai di kenal di dunia secara meluas. Oleh karena itu, ciri-ciri utama dari konfergensi media adalah menggabungkan teknologi komunikasi baru (internet) dengan teknologi komunikasi tradisional. Oleh sebab itu, konfergensi media juga menggabungkan komunikasi massa dengan komunikasi antar pribadi pada satu media. Karenanya, muncullah kondisi, di mana peran media massa yang menyebarkan informasi secara utuh atau murni menjadi lenyap.
Ada dua karakter ”baru” dari media yang bertumbuh lewat internet itu. Pertama, kecenderungannya menyajikan peristiwa secara cepat dan dihadirkan lewat beragam platform sekaligus, dari video, suara dan teks. Kedua, melalui teknologi digital, pesan atau informasi menyebar secara horisontal, dari satu pengguna ke satu komunitas, atau sebaliknya.
Pada akhirnya, fenomena konfergensi media menjadi sorotan tersendiri pada saat ini. Karena dengan adanya konfergensi media, informasi tidak lagi ada pada skala harian, mingguan, atau bulanan. Kini, informasi dapat diperoleh hanya dengan hitungan menit bahkan detik. Seorang di Jakarta dapat mengetahui kejadian yang terjadi di Surabaya hanya dengan hitungan menit. Konser sebuah group band di Singapura, dapat juga disaksikan di Bali pada waktu yang hampir bersamaan.
Melalui konfergensi media, khalayak dihadapkan pada pilihan-pilihan yang dapat mereka pilih sendiri. Informasi yang disediakan oleh media begitu banyak dan tidak memungkinkan untuk khalayak mengkonsumsi semuanya secara bersamaan. Oleh karena itu, khalayak dapat memilih sesuai dengan yang mereka inginkan. Tidak seperti dahulu di mana media yang menentukan apa yang dikonsumsi oleh khalayak.
Meskipun demikian, konfergensi media juga memiliki konsekuensi. Dengan adanya konfergensi media, memberikan tugas tersendiri bagi wartawan untuk terus meng-up date informasi yang nantinya akan dikonsumsi oleh khalayak. Hal itu berpengaruh pada peran editor yang semakin berkurang. Wartawan memiliki kebebasan untuk meng-upload sendiri berita yang diperolehnya tanpa harus melewati mekanisme kerja wartwan media tradisional.
Dalam pandangan yang lebih luas, konfergensi media tidak hanya melihat pada kemajuan teknologi yang pesat pada akhir-akhir ini. Secara luas, konfergensi dapat merubah pola hubungan antara konsumen dan produsen di berbagai bidang. Bukti nyatanya adalah pada negara-negara maju, banyak masyarakat yang mulai meninggalkan media tradisional dan beralih pada media konfergen. Hal ini nantinya akan berpengaruh pada terancam hidup dari media tradisional. Fenomena ini telah banyak menimpa media-media tradisional di Amerika. Bahkan salah satu media di negara Belanda, Boston Globe, tinggal menunggu nasib saja. Hal ini disebabkan oleh perubahan perilaku konsumen dalam membaca berita pada media tradisional.
Dilihat dari sisi ekonomi, konvergensi juga memberikan peluang usaha bagi masyarakat. Mereka dapat memiliki pilihan akses media yang sesuai dengan selera. Dengan menggunakan media konvergensi, seseorang dapat mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan pasar di berbagai sektor. Oleh karena itu, pendidikan sekarang harus dapat menjawab tantangan dari konvergensi media. Pelajaran di dunia ICT sangat dibutuhkan oleh para pelajar agar dapat bersaing pada dunia nyata setelah lulus nantinya.
Walaupun banyak sisi baik dengan adanya konvergensi media, sisi buruk akan selalu ada. Konfergensi media mengharuskan informasi bergerak secara cepat. Oleh karena kecepatan tersebut, informasi harus terus di-up date karena informasi yang secara cepat, tidak akan mendalam. Berbeda dengan media cetak tradisional. Pada media cetak tradisional, informasi yang ditulis dapat mendalam karena tidak harus di-up date terus menerus. Oleh karena itu, sebagian khalayak masih menggunakan media tradisional untuk mengkonsumsi beritanya.
Menurut Prof. Henry Jenskins (Convergence Culture Consortium, Messachussetts Institute of Technologi) konvergensi adalah aliran konten ke berbagai platform, kerja sama antara berbagai industry media, dan perilaku audience dalam menggunakan berbagai media untuk mengkonsumsi konten. Konten itu sendiri berisi informasi, gambar, audio, video, dan lain sebagainya. Konfergensi juga merupakan pergeseran budaya ketika konsumen mengkonsumsi informasi yang sama melalui media yang berbeda.
Konfergensi media dimulai ketika internet mulai di kenal di dunia secara meluas. Oleh karena itu, ciri-ciri utama dari konfergensi media adalah menggabungkan teknologi komunikasi baru (internet) dengan teknologi komunikasi tradisional. Oleh sebab itu, konfergensi media juga menggabungkan komunikasi massa dengan komunikasi antar pribadi pada satu media. Karenanya, muncullah kondisi, di mana peran media massa yang menyebarkan informasi secara utuh atau murni menjadi lenyap.
Ada dua karakter ”baru” dari media yang bertumbuh lewat internet itu. Pertama, kecenderungannya menyajikan peristiwa secara cepat dan dihadirkan lewat beragam platform sekaligus, dari video, suara dan teks. Kedua, melalui teknologi digital, pesan atau informasi menyebar secara horisontal, dari satu pengguna ke satu komunitas, atau sebaliknya.
Pada akhirnya, fenomena konfergensi media menjadi sorotan tersendiri pada saat ini. Karena dengan adanya konfergensi media, informasi tidak lagi ada pada skala harian, mingguan, atau bulanan. Kini, informasi dapat diperoleh hanya dengan hitungan menit bahkan detik. Seorang di Jakarta dapat mengetahui kejadian yang terjadi di Surabaya hanya dengan hitungan menit. Konser sebuah group band di Singapura, dapat juga disaksikan di Bali pada waktu yang hampir bersamaan.
Melalui konfergensi media, khalayak dihadapkan pada pilihan-pilihan yang dapat mereka pilih sendiri. Informasi yang disediakan oleh media begitu banyak dan tidak memungkinkan untuk khalayak mengkonsumsi semuanya secara bersamaan. Oleh karena itu, khalayak dapat memilih sesuai dengan yang mereka inginkan. Tidak seperti dahulu di mana media yang menentukan apa yang dikonsumsi oleh khalayak.
Meskipun demikian, konfergensi media juga memiliki konsekuensi. Dengan adanya konfergensi media, memberikan tugas tersendiri bagi wartawan untuk terus meng-up date informasi yang nantinya akan dikonsumsi oleh khalayak. Hal itu berpengaruh pada peran editor yang semakin berkurang. Wartawan memiliki kebebasan untuk meng-upload sendiri berita yang diperolehnya tanpa harus melewati mekanisme kerja wartwan media tradisional.
Dalam pandangan yang lebih luas, konfergensi media tidak hanya melihat pada kemajuan teknologi yang pesat pada akhir-akhir ini. Secara luas, konfergensi dapat merubah pola hubungan antara konsumen dan produsen di berbagai bidang. Bukti nyatanya adalah pada negara-negara maju, banyak masyarakat yang mulai meninggalkan media tradisional dan beralih pada media konfergen. Hal ini nantinya akan berpengaruh pada terancam hidup dari media tradisional. Fenomena ini telah banyak menimpa media-media tradisional di Amerika. Bahkan salah satu media di negara Belanda, Boston Globe, tinggal menunggu nasib saja. Hal ini disebabkan oleh perubahan perilaku konsumen dalam membaca berita pada media tradisional.
Dilihat dari sisi ekonomi, konvergensi juga memberikan peluang usaha bagi masyarakat. Mereka dapat memiliki pilihan akses media yang sesuai dengan selera. Dengan menggunakan media konvergensi, seseorang dapat mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan pasar di berbagai sektor. Oleh karena itu, pendidikan sekarang harus dapat menjawab tantangan dari konvergensi media. Pelajaran di dunia ICT sangat dibutuhkan oleh para pelajar agar dapat bersaing pada dunia nyata setelah lulus nantinya.
Walaupun banyak sisi baik dengan adanya konvergensi media, sisi buruk akan selalu ada. Konfergensi media mengharuskan informasi bergerak secara cepat. Oleh karena kecepatan tersebut, informasi harus terus di-up date karena informasi yang secara cepat, tidak akan mendalam. Berbeda dengan media cetak tradisional. Pada media cetak tradisional, informasi yang ditulis dapat mendalam karena tidak harus di-up date terus menerus. Oleh karena itu, sebagian khalayak masih menggunakan media tradisional untuk mengkonsumsi beritanya.
Minggu, 16 Mei 2010
Penyembuhan
Yohanes 5 : 1-9
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?" Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." (Yohanes 5 : 6-7)
Sering kali Yesus bertanya kepada kita, mau kah kita di sembuhkan? Namun sering kali pula kita merasa kalau kita tidak lah sakit.
Sering kita berseru "Tuhan, yang sakit dia, bukan saya." atau "Tuhan, gereja yang sakit. Bukan saya."
Namun pernahkah kita menyadari bahwa sebenarnya kita sakit?
Kesombongan, kekerasan hati, keegoisan merupakan contoh penyakit yang kita miliki namun tidak kita sadari.
Yesus dapat menyembuhkan segala macam penyakit yang ada. Namun 1 macam penyakit yang tidak pernah dapat di sembuhkan olehNya.
1 penyakit kala orang itu tidak merasa dia sakit. Bagaimana Yesus dapat menyembuhkan penyakit itu jika orang tersebut tidak merasa bahwa dirinya memeiliki "penyakit"?
"Penyakit" yang ada dalam tubuh rohani kita, menghambat pertumbuhan kerohanian seseorang. Yeseu ingin membawa kita kepada level yang lebih dan lebih lagi. Namun penghambat terbesar adalah diri sendiri.
Bagaimana Yesus dapat membawa kita menaiki level yang lebih tinggi jika kita masih memiliki kesombongan?
Bagaimana Yesus dapat membawa kita menaiki level yang lebih tinggi jika kita masih memiliki keegoisan?
Semua itu kembali kepada pribadi masing-masing. Maukah kita disembukan oleh Yesus?
"Would you heal, My Son?"
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?" Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." (Yohanes 5 : 6-7)
Sering kali Yesus bertanya kepada kita, mau kah kita di sembuhkan? Namun sering kali pula kita merasa kalau kita tidak lah sakit.
Sering kita berseru "Tuhan, yang sakit dia, bukan saya." atau "Tuhan, gereja yang sakit. Bukan saya."
Namun pernahkah kita menyadari bahwa sebenarnya kita sakit?
Kesombongan, kekerasan hati, keegoisan merupakan contoh penyakit yang kita miliki namun tidak kita sadari.
Yesus dapat menyembuhkan segala macam penyakit yang ada. Namun 1 macam penyakit yang tidak pernah dapat di sembuhkan olehNya.
1 penyakit kala orang itu tidak merasa dia sakit. Bagaimana Yesus dapat menyembuhkan penyakit itu jika orang tersebut tidak merasa bahwa dirinya memeiliki "penyakit"?
"Penyakit" yang ada dalam tubuh rohani kita, menghambat pertumbuhan kerohanian seseorang. Yeseu ingin membawa kita kepada level yang lebih dan lebih lagi. Namun penghambat terbesar adalah diri sendiri.
Bagaimana Yesus dapat membawa kita menaiki level yang lebih tinggi jika kita masih memiliki kesombongan?
Bagaimana Yesus dapat membawa kita menaiki level yang lebih tinggi jika kita masih memiliki keegoisan?
Semua itu kembali kepada pribadi masing-masing. Maukah kita disembukan oleh Yesus?
"Would you heal, My Son?"
Kamis, 13 Mei 2010
Moscow Sirkus
Antrian panjang terus terlihat. Sejak pagi hari hingga sore, antrian tersebut masih saja terlihat. Tua, muda, dewasa, anak-anak pun tak mau kalah untuk mengantri.
Bahkan tidak jarang, antrian tersebut menyesakkan jalan raya yang berada di depannya.Antrian apa sih hingga sebegitu panjangnya?
Ternyata, orang-orang tersebut mengantre untun mendapatkan tiket menonton Moscow Sirkus. Sirkus ini ada di Gading Serpong, Tangerang sejak tanggal 16 April 2010 hingga 16 Mei 2010.
Pertunjukan sirkus ini menjadi salah satu hiburan warga Tangerang dan sekitarnya setelah lelah beraktivitas.Mengapa menjadi salah satu hiburan?
Karena Moscow sirkus memberikan beberapa pertunjukkan yang dapat menghibur para penontonnya. Di mulai dari tarian pembukaan dari para pemain, kemudian di lanjutkan dengan pertunjukkan dari badut.
Tidak jarang badut-badut tersebut akan menarik penonton untuk naik ke atas pentas. Pertunjukan dari badut akan berlangsung beberapa kali mengisi kekosongan di sela-sela persiapan pertunjukan selanjutnya.
oya, salah satu dari badut yang bermain di sini merupakan anggota tertua dari sirkus ini lho.
Pertunjukkan yang diberikan di Moscow sirkus ini tidak hanya berupa badut saja tetapi ada juga elastic girls (yang merupakan pemain termuda di Moscow sirkus), akrobat, hula hoop, bahkan hewan-hewan dari Taman Safari pun ikut meramaikan pertunjukkan sirkus ini.
Menurut pengelola Moscow Sirkus, Shzacha Fochs, pertunjukkan yang sangat banyak diminati orang dan yang meurupakn pertunjukkan andalan adalah pertunjukkan hula hoop. Pada pertunjukkan ini, pemain menggunakan hingga 10 buah hula hoop secara bersamaan.
Sircus ini ditutup dengan pertunjukan akrobat dari 4 orang rusia. Pertunjukan yang sangat menarik perhatian dan menegangkan. Terlebih dengan dijatuhkannya seorang pemain secara tegak lurus dengan kepala di bawah. Membayangkan saja sudah mengerikan meskipun terdapat jaring yang akan menahan dirinya.
Senin, 03 Mei 2010
Awal Mula dan Penyebaran Agama di Indonesia
Di negara Indonesia, kita mengenal adanya 5 agama besar yang diakui. Bahkan sekarang telah berkembang lagi menjadi 6 agama besar yang di percaya di negara ini. Agama-agama tersebut meliputi :
1. Agama Islam
Agama ini merupakan agama terbesar yang dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Awal mulanya, Islam diperkenalkan oleh pedagang-pedagang yang singgah di Indonesia. Sejak saat itu, penduduk pribumi yang menganut agama ini pun semakin besar. Masuknya agama Islam ke Indonesia pun ditandai dengan munculnya kerajaan-kerajaan Islam yang menguasai wilayah Nusantara, mulai dari Samudra Pasai sebagai kerajaan pertama. Agama Islam adalah agama yang meyakini adanya satu Tuhan, yaitu Allah. Islam memiliki arti "penyerahan" atau dapat dikatakan sebagai penyerahan diri kepada Tuhan. Pada ajaran Islam, dipercaya bahwa Allah menurunkan firman-Nya melalui rasul-rasul. Dan rasul yang terakhir yang diutus Allah adalah Muhhamad.
2. Agama Kristen
Di Indonesia, agama Kristen menjadi salah satu agama yang besar setelah agama Islam. Sama halnya dengan agama Islam yang dibawa masuk oleh pedagang, agama Kristen masuk ke Indonesia dibawa oleh bangsa Portugis.
Mulanya, agama Kristen di perkenalkan oleh orang Belanda pada abad ke-16. Penyebaran agama Kristen di mulai dari wilayah Indonesia bagian Timur.
Agama Kristen adalah agama yang meyakini bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya Juru Slamat yang datang ke dunia, mengambil rupa manusia.
Awal mula dari agama ini adalah ajaran Yesus Kristus yang kemudian di lanjutkan oleh rasul-rasulnya.
3. Agama Katolik
Penyebaran agama Katolik di Indonesia, tidak jauh berbeda dari penyebaran agam Kristen di negara ini. Agama Katolik dibawa oleh para pedagang Portugis yang datang untuk berdagang rempah-rempah.
Para penganut agama Katolik di Indonesia terbilang kecil. Bahkan lebih kecil daripada agama Kristen Protestan.
Hampir sama dengan agama Kristen, Katolik juga mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Slamat. Acara-acara keagaaman pada Kristen dan Katolik pun sama karena awal mula Kristen dan Katolik berasal dari rausl-rasul.
Meskipun demikian, terdapat perbedaan antara Kristen dan Katolik. Perbedaan yang paling mendasar adalah mengenai Bunda Maria. Orang-orang Katolik percaya bahwa dengan meminta kepada Bunda Maria, permintaannya akan di kabulkan karena Bunda Maria adalah ibu dari Yesus. Sedangkan orang Kristen percaya bahwa dengan berdoa kepada Allah Bapa atas nama Yesus Kristus, maka doa kita akan di dengar dan di kabulkan, jadi tidak perlu melalui Bunda Maria.
4. Agama Hindu
Agama Hindu adalah agama tertua di Indonesia. Agama ini di percaya berasal dari India. Awal masuknya agama Hindu di Indonesia pun karena dibawa oleh para Musafir yang berasal dari India.
Bahkan dapat dikatakan bahwa agama Hindu adalah agama yang pertama kali ada di Indonesia. Hal ini terlihat dari kerajaan-kerajaan Hindu yang berdiri pertama kali di Indonesia.
Kerajaan Kutai berdiri jauh sebelum kerajaan Samudra Pasai. Kerajaan Kutai berdiri pada tahun 400M sedangkan Samudra Pasai berdiri pada tahun 1267.
Pada mulanya, istilah Hindu digunakan untuk menyebut orang-orang yang tinggal di sepanjang Sungai Sindhu. Kemudian, istilah itupun di populerkan oleh orang Inggris.
5. Agama Buddha
Agama Buddha adalah agama tertua kedua di Indonesia setelah agama Hindu. Meskipun demikian, penganut agama Buddha di Indonesia tergolong lebih sedikit di bandingkan agama Hindu dan agama-agama lainnya di negara ini. Perkembangan agama Buddha di Indonesia jalan seiring dengan perkembangan agama Hindu di Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan dengan munculnya kerajaan-kerajaan Buddha yang hampir bersamaan dengan kerajaan-kerajaan Hindu.
Contoh kerajaan buddha yang ada di Indonesia adalah kerajaan Kalingga yang berdiri pada tahun 640 M.
Agama Buddha, lahir di daerah Nepal dengan Siddharta Gautama sebagai tokoh utama dalam agama ini. Agama Buddha tumbuh dan berkembang dengan kebudayaan-kebudayaan India. Namun kebudayaan tersebut mengalami percampuran dengan kebudayaan-kebudayaan lainnya, seperti kebudayaan Yunani, Asia Tengah, Asia Tenggara, dan Asia Timur.
6. Agama Konghucu
Agama ini berasal dari Cina dan telah di kenal sejak 5000 tahun yang lalu. Nabi Kongzi ( dalam bahasa Hua Yu) atau Kongchu (dalam dialek Hokian) atau Conficius (dalam bahasa Latin) sebagai nabi terakhir dan nabi terbesar.
Agama Konghucu masuk ke Indonesia sekitar abad ke-3 dengan dibawa oleh para pedagang Tiongkok dan imigran yang dating ke Nusantara.
Pada masa pemerintahan Soekarno, terdapat enam agama yang diakui di Indonesia. Namun ketika pemerintahan dipegang oleh Soeharto, kebijakan pun diganti dengan mengakui lima agama saja. Dengan demikian, status agama ini tidaklah jelas.
Agama Konghucu baru diakui lagi ketika pemerintahan presiden Abdurrahman Wahid. Hingga kini, kultur dan agama ini terus diakui di Indonesia meskipun hanya sekelompok kecil masyarakat yang menganutnya.
1. Agama Islam
Agama ini merupakan agama terbesar yang dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Awal mulanya, Islam diperkenalkan oleh pedagang-pedagang yang singgah di Indonesia. Sejak saat itu, penduduk pribumi yang menganut agama ini pun semakin besar. Masuknya agama Islam ke Indonesia pun ditandai dengan munculnya kerajaan-kerajaan Islam yang menguasai wilayah Nusantara, mulai dari Samudra Pasai sebagai kerajaan pertama. Agama Islam adalah agama yang meyakini adanya satu Tuhan, yaitu Allah. Islam memiliki arti "penyerahan" atau dapat dikatakan sebagai penyerahan diri kepada Tuhan. Pada ajaran Islam, dipercaya bahwa Allah menurunkan firman-Nya melalui rasul-rasul. Dan rasul yang terakhir yang diutus Allah adalah Muhhamad.
2. Agama Kristen
Di Indonesia, agama Kristen menjadi salah satu agama yang besar setelah agama Islam. Sama halnya dengan agama Islam yang dibawa masuk oleh pedagang, agama Kristen masuk ke Indonesia dibawa oleh bangsa Portugis.
Mulanya, agama Kristen di perkenalkan oleh orang Belanda pada abad ke-16. Penyebaran agama Kristen di mulai dari wilayah Indonesia bagian Timur.
Agama Kristen adalah agama yang meyakini bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya Juru Slamat yang datang ke dunia, mengambil rupa manusia.
Awal mula dari agama ini adalah ajaran Yesus Kristus yang kemudian di lanjutkan oleh rasul-rasulnya.
3. Agama Katolik
Penyebaran agama Katolik di Indonesia, tidak jauh berbeda dari penyebaran agam Kristen di negara ini. Agama Katolik dibawa oleh para pedagang Portugis yang datang untuk berdagang rempah-rempah.
Para penganut agama Katolik di Indonesia terbilang kecil. Bahkan lebih kecil daripada agama Kristen Protestan.
Hampir sama dengan agama Kristen, Katolik juga mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Slamat. Acara-acara keagaaman pada Kristen dan Katolik pun sama karena awal mula Kristen dan Katolik berasal dari rausl-rasul.
Meskipun demikian, terdapat perbedaan antara Kristen dan Katolik. Perbedaan yang paling mendasar adalah mengenai Bunda Maria. Orang-orang Katolik percaya bahwa dengan meminta kepada Bunda Maria, permintaannya akan di kabulkan karena Bunda Maria adalah ibu dari Yesus. Sedangkan orang Kristen percaya bahwa dengan berdoa kepada Allah Bapa atas nama Yesus Kristus, maka doa kita akan di dengar dan di kabulkan, jadi tidak perlu melalui Bunda Maria.
4. Agama Hindu
Agama Hindu adalah agama tertua di Indonesia. Agama ini di percaya berasal dari India. Awal masuknya agama Hindu di Indonesia pun karena dibawa oleh para Musafir yang berasal dari India.
Bahkan dapat dikatakan bahwa agama Hindu adalah agama yang pertama kali ada di Indonesia. Hal ini terlihat dari kerajaan-kerajaan Hindu yang berdiri pertama kali di Indonesia.
Kerajaan Kutai berdiri jauh sebelum kerajaan Samudra Pasai. Kerajaan Kutai berdiri pada tahun 400M sedangkan Samudra Pasai berdiri pada tahun 1267.
Pada mulanya, istilah Hindu digunakan untuk menyebut orang-orang yang tinggal di sepanjang Sungai Sindhu. Kemudian, istilah itupun di populerkan oleh orang Inggris.
5. Agama Buddha
Agama Buddha adalah agama tertua kedua di Indonesia setelah agama Hindu. Meskipun demikian, penganut agama Buddha di Indonesia tergolong lebih sedikit di bandingkan agama Hindu dan agama-agama lainnya di negara ini. Perkembangan agama Buddha di Indonesia jalan seiring dengan perkembangan agama Hindu di Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan dengan munculnya kerajaan-kerajaan Buddha yang hampir bersamaan dengan kerajaan-kerajaan Hindu.
Contoh kerajaan buddha yang ada di Indonesia adalah kerajaan Kalingga yang berdiri pada tahun 640 M.
Agama Buddha, lahir di daerah Nepal dengan Siddharta Gautama sebagai tokoh utama dalam agama ini. Agama Buddha tumbuh dan berkembang dengan kebudayaan-kebudayaan India. Namun kebudayaan tersebut mengalami percampuran dengan kebudayaan-kebudayaan lainnya, seperti kebudayaan Yunani, Asia Tengah, Asia Tenggara, dan Asia Timur.
6. Agama Konghucu
Agama ini berasal dari Cina dan telah di kenal sejak 5000 tahun yang lalu. Nabi Kongzi ( dalam bahasa Hua Yu) atau Kongchu (dalam dialek Hokian) atau Conficius (dalam bahasa Latin) sebagai nabi terakhir dan nabi terbesar.
Agama Konghucu masuk ke Indonesia sekitar abad ke-3 dengan dibawa oleh para pedagang Tiongkok dan imigran yang dating ke Nusantara.
Pada masa pemerintahan Soekarno, terdapat enam agama yang diakui di Indonesia. Namun ketika pemerintahan dipegang oleh Soeharto, kebijakan pun diganti dengan mengakui lima agama saja. Dengan demikian, status agama ini tidaklah jelas.
Agama Konghucu baru diakui lagi ketika pemerintahan presiden Abdurrahman Wahid. Hingga kini, kultur dan agama ini terus diakui di Indonesia meskipun hanya sekelompok kecil masyarakat yang menganutnya.
Langganan:
Postingan (Atom)