Hari demi hari pun berlalu, namun sering kali rasa ini tak dapat ditahan..
Jam demi jam pun berlalu, namun sering kali air mata ini tak dapat dibendung..
Menit demi menit pun berlalu, namun sering kali kegundahan ini tak dapat diredam..
Dari kesemuaannya itu, aku cuma tau untuk selalu menunggumu. Menunggumu dengan sabar untuk kembali.
Menunggumu dengan sabar sampai kau tidak akan pergi lagi..
Kamis, 26 September 2013
Menunggu
Hari demi hari pun berlalu, namun sering kali rasa ini tak dapat ditahan..
Jam demi jam pun berlalu, namun sering kali air mata ini tak dapat dibendung..
Menit demi menit pun berlalu, namun sering kali kegundahan ini tak dapat diredam..
Dari kesemuaannya itu, aku cuma tau untuk selalu menunggumu. Menunggumu dengan sabar untuk kembali.
Menunggumu dengan sabar sampai kau tidak akan pergi lagi..
Jam demi jam pun berlalu, namun sering kali air mata ini tak dapat dibendung..
Menit demi menit pun berlalu, namun sering kali kegundahan ini tak dapat diredam..
Dari kesemuaannya itu, aku cuma tau untuk selalu menunggumu. Menunggumu dengan sabar untuk kembali.
Menunggumu dengan sabar sampai kau tidak akan pergi lagi..
Tulisan ini..
Aku ingin menuliskan sebuah kisah untukmu.. Sebuah kisah yang akan menjadi cerita antara dua orang manusia..
Aku ingin menuliskan sebuah kisah untukmu.. Sebuah kisah tentang seorang yang selalu terlihat kuat namun ternyata sangat rapuh, serapuh kertas yang telah basah oelh riak-riak kehidupan..
Aku ingin menuliskan sebuah kisah untukmu.. Sebuah kisah yang menceritakan sebuah pengharapan akan segera berlalunya sebuah penantian..
Aku ingin menuliskan sebuah kisah untukmu.. Sebuah kisah cerita cinta dimana aku selalu menantimu kembali dengan segenap rasa yang ada..
Aku ingin menuliskan sebuah kisah untukmu.. Sebuah kisah tentang seorang yang selalu terlihat kuat namun ternyata sangat rapuh, serapuh kertas yang telah basah oelh riak-riak kehidupan..
Aku ingin menuliskan sebuah kisah untukmu.. Sebuah kisah yang menceritakan sebuah pengharapan akan segera berlalunya sebuah penantian..
Aku ingin menuliskan sebuah kisah untukmu.. Sebuah kisah cerita cinta dimana aku selalu menantimu kembali dengan segenap rasa yang ada..
Ketakutan
Hingga kini, mata ini masih sulit untuk memejam.. Tiap kali berusaha memejamkan
mata, selalu bayang2 kehampaan ada dimataku. Ketakutan, kesendirian,
dan kesepian selalu menghantui.. Aku takut meninggalkan semua
kenyamanan ini.. Aku tidak siap untuk pergi dan menghampiri
kesendirianku.. Aku merasa kecil dan tidak bisa melakukan apa-apa selain
mengulur waktu. Namun, sepertinya sang waktu ingin cepat berlalu dan
memasukkanku kepada kesendirianku lagi..
Aku takut..
Aku takut..
Jumat, 30 Agustus 2013
Marah
Kalau boleh marah, rasanya pengen marah kepada Tuhan karena semua ini harus terjadi.
Kalau boleh marah, rasanya pengen marah kepada keadaan karena hal ini harus terjadi.
Kalau boleh marah, rasanya pengen marah kepada kenyataan karena kejadian ini harus terjadi.
Namun, semua tetap akan terjadi kan?
Namun, semua tetap akan terlaksana kan?
Namun, semua tetap akan berlangsung kan?
Tapi bisakah ini direlakan?
Tapi bisakah ini diikhlaskan?
Tapi bisakah melapangkan dada?
Kalau boleh marah, rasanya pengen marah kepada keadaan karena hal ini harus terjadi.
Kalau boleh marah, rasanya pengen marah kepada kenyataan karena kejadian ini harus terjadi.
Namun, semua tetap akan terjadi kan?
Namun, semua tetap akan terlaksana kan?
Namun, semua tetap akan berlangsung kan?
Tapi bisakah ini direlakan?
Tapi bisakah ini diikhlaskan?
Tapi bisakah melapangkan dada?
Senin, 15 Juli 2013
Belajar
Belajar adalah proses yang berlangsung terus menerus dalam hidup. Sejak masa kanak-kanak, kita sudah mulai belajar tentang banyak hal. Dimulai dari belajar mengenal lingkungan, belajar berjalan, belajar bicara, sampai akhirnya kita harus memasuki kehidupan sekolah.
Namun, ternyata pembelajaran tidak berhenti ketika kita telah menyelesaikan satu fase dalam hidup tersebut. Kita masih dihadapkan banyak pembelajaran lain dalam hidup setelahnya. Kita mulai belajar yang namanya dunia sesungguhnya, dimana kita dituntut untuk profesional dalam bekerja, dan masih banyak lagi.
Salah satu pembelajaran dalam hidup ini adalah belajar mengikhlaskan seseorang untuk pergi dalam waktu cukup lama dalam kehidupan kita. Kita harus belajar merelakannya pergi untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Masa depan bersama.
Mudahkah? Sulit dan sangat sulit. Namun, ketika itu harus terjadi dan untuk kebaikan bersama, kenapa tidak?
Sakit? Sangat sakit. Namun, apa mau dikata kembali? Semua untuk kita bersama juga.
Setelah kita dapat melewati sedikit pembelajaran dari hidup tersebut, di depan mata akan ada banyak pembelajaran-pembelajaran yang lainnya. Belajar tentang kehidupan akan berakhir ketika kita telah menyelesaikan semua fase dalam hidup kita.
Namun, ternyata pembelajaran tidak berhenti ketika kita telah menyelesaikan satu fase dalam hidup tersebut. Kita masih dihadapkan banyak pembelajaran lain dalam hidup setelahnya. Kita mulai belajar yang namanya dunia sesungguhnya, dimana kita dituntut untuk profesional dalam bekerja, dan masih banyak lagi.
Salah satu pembelajaran dalam hidup ini adalah belajar mengikhlaskan seseorang untuk pergi dalam waktu cukup lama dalam kehidupan kita. Kita harus belajar merelakannya pergi untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Masa depan bersama.
Mudahkah? Sulit dan sangat sulit. Namun, ketika itu harus terjadi dan untuk kebaikan bersama, kenapa tidak?
Sakit? Sangat sakit. Namun, apa mau dikata kembali? Semua untuk kita bersama juga.
Setelah kita dapat melewati sedikit pembelajaran dari hidup tersebut, di depan mata akan ada banyak pembelajaran-pembelajaran yang lainnya. Belajar tentang kehidupan akan berakhir ketika kita telah menyelesaikan semua fase dalam hidup kita.
Kamis, 11 Juli 2013
Menikah dan Pernikahan
"Pernikahan itu bukan cepat-cepatan. Pernikahan itu lama-lamaan. Seberapa lama Anda dapat mempertahankannya." -Hitam Putih-
Menikah adalah sebuah komitmen untuk hidup bersama selamanya. Menikah adalah sebuah keputusan yang diambil bukan karena paksaan dari pihak lain. Keputusan ini haruslah diambil bukan berdasarkan "nafsu" semata.
Menikah membutuhkan sebuah kematangan secara fisik dan mental. Mengapa? Karena setelah menikah, sepasang manusia ini akan keluar dari rumahnya dan membentuk sebuah keluarga sendiri yang lebih sering diumpakan sebagai bahtera.
Pada masa kini, kita sering mendengar anak-anak dengan umur belasan tahun sudah menikah. Apakah mereka telah memiliki kematangan secara mental? Bagaimana mereka menghadapi suatu permasalahan yang cukup berat? Apakah mereka telah siap?
Menikah bukanlah seperti halnya berpacaran yang jika tidak cocok dapat berpisah dengan mudahnya dan mencari seseorang yang lain. Menikah itu hanya sekali untuk selamanya. Meskipun dapat bercerai, tetapi apakah itu adalah suatu penyelesaian? Menyelesaikan masalah dengan perceraian dapat menimbulkan masalah baru. Dan hal ini membuktikan bahwa seseorang itu belum layak untuk menikah.
Pernikahan adalah sebuah upacara yang diadakan untuk memberitahukan bahwa sepasang manusia telah menikah. Pernikahan dapat dibuat semeriah apapun semampu kita. Namun apabila semua tabungan habis hanya untuk sebuah acara sehari, apakah itu layak?
Thing again. Stop pernikahan dini! Belajar dan bekerjalah untuk meraih masa depan yang lebih baik dan bahagia.
Langganan:
Postingan (Atom)